Saturday, 15 Dec 2018

Rancangan Petak Berjalur (Strip Plot)

Nama lain untuk Rancangan Split-Blok adalah Strip-Plot atau Rancangan Petak-Berjalur.  Rancangan ini sesuai untuk percobaan dua faktor dimana ketepatan pengaruh interaksi antar faktor lebih diutamakan dibandingkan dengan dua pengaruh lainnya, pengaruh mandiri faktor A dan Faktor B.  Rancangan ini mirip dengan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot), hanya saja pada split-blok, subunit perlakuan ditempatkan dalam satu jalur yang tegak lurus terhadap perlakuan petak utamanya.  Pada split-blok, faktor pertama ditempatkan secara acak dalam jalur vertikal, sedangkan faktor kedua ditempatkan secara acak pada jalur horisontal.  Setiap jalur mendapatkan satu perlakuan faktor A dan satu perlakuan faktor B.

Sub bahasan:

Bahasan selengkapnya bisa dibaca pada dokument di bawah ini.

Info.
Apabila dokument dari server scribd tidak muncul, silahkan refresh (reload) kembali halaman ini.

 


Wait...
Tunggu Sampai dokumen selesai dimuat...!

 

Document Script:


RANCANGAN SPLIT-BLOK (STRIP PLOT)
Pendahuluan
Nama lain untuk Rancangan Split-Blok adalah Strip-Plot atau Rancangan Petak-Berjalur. Rancangan ini sesuai untuk percobaan dua faktor dimana ketepatan pengaruh interaksi antar faktor lebih diutamakan dibandingkan dengan dua pengaruh lainnya, pengaruh mandiri faktor A dan Faktor B. Rancangan ini mirip dengan rancangan Split-plot, hanya saja pada split-blok, subunit perlakuan ditempatkan dalam satu jalur yang tegak lurus terhadap perlakuan petak utamanya. Pada split-blok, faktor pertama ditempatkan secara acak dalam jalur vertikal, sedangkan faktor kedua ditempatkan secara acak pada jalur horisontal. Setiap jalur mendapatkan satu perlakuan faktor A dan satu perlakuan faktor B.
Perhatikan perbandingan perbedaan tata letak dan pengacakan antara splitplot dan split blok untuk ukuran yang sama, 5x4 (hanya ditampilkan untuk satu kelompok).
A3 A2 A1 A5 A4 A3 A2 A1 A5 A4
B2 B1 B2 B3 B4 B2 B2 B2 B2 B2
B1 B3 B1 B2 B3 B4 B4 B4 B4 B4
B3 B2 B4 B4 B1 B1 B1 B1 B1 B1
B4 B4 B3 B1 B2 B3 B3 B3 B3 B3
Split-plot Split-block or Strip-plot
Pada split-plot, anak petak (B) ditempatkan secara acak (berbeda-beda) pada setiap petak utamanya (A), sedangkan pada split-blok, penempatan anak petak (B) berada dalam jalur yang sama pada keseluruhan petak utamanya (A). Contohnya, pada split-plot, perlakuan taraf B1 letaknya acak untuk masing-masing taraf Faktor A, pada taraf A3 berada pada baris ke-2, sedangkan pada taraf A2, terletak pada baris 1. Pada split-blok, perlakuan B1 berada pada baris ke-3 untuk semua petak utamanya, sehingga perlakuan subunit tersebut akan membagi kelompok dalam arah vertikal, atas dan bawah. Inilah alasan mengapa rancangan ini dinamakan dengan Split-Blok! Istilah lain untuk rancangan ini adalah strip-plot (rancangan petak berjalur), karena perlakuan faktor A dan faktor B ditempatkan dalam strip (jalur) vertikal dan horisontal. Perlakuan A dan B ditempatkan secara acak dan bebas pada masing-masing kelompok.
Berikut ini adalah alasan memilih rancangan Split-blok:
1. Kemudahan dalam operasi pelaksanaannya (misalnya, lintasan traktor, irigasi, pemanenan)
2. Mempertinggi tingkat ketepatan pengaruh interaksi antara kedua faktor dengan mengorbankan pengaruh mandirinya.
Pengacakan dan Tata Letak Percobaan Split-Blok
Prosedur pengacakan pada rancangan Split-Blok untuk kedua faktor terdiri dari dua tahap pengacakan yang dilakukan secara bebas untuk keduanya, satu untuk faktor horisontal dan satu lagi untuk faktor vertikal. Urutan tidak terlalu dipentingkan.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh suatu percobaan faktorial untuk menyelidiki pengaruh Pemupukan Nitrogen (Faktor A) yang terdiri dari empat taraf, yaitu a1, a2, a3 dan a4. Faktor kedua (B) berupa varietas yang terdiri dari tiga varietas (3 taraf), yaitu b1, b2, dan b3. Faktor A ditempatkan dalam jalur vertikal, sedangkan faktor B ditempatkan dalam jalur horisontal. Percobaan diulang sebanyak tiga kali.

Langkah ke-1: Bagi area percobaan sesuai dengan banyaknya ulangan. Pada kasus ini dibagi menjadi 3 kelompok (blok). Pembagian kelompok didasarkan pada pertimbangan bahwa keragaman pada setiap kelompok yang sama relatif homogen (lihat kembali pembahasan pada RAKL)

Langkah ke-2: Setiap kelompok dibagi lagi menjadi a petak dalam arah vertikal, sesuai dengan taraf Faktor A. Pada contoh kasus ini, setiap kelompok dibagi menjadi 4 petak. Ikuti prosedur pengacakan untuk RAKL dengan perlakuan a = 4 dan r = 3 ulangan dan lakukan pengacakan ke-4 taraf Nitrogen pada jalur vertikal (tegak) dalam setiap kelompok secara terpisah dan bebas. Misalkan hasil pengacakan adalah sebagai berikut:
I II III
a4 a1 a3 a2 a2 a3 a1 a4 a2 a4 a1 a3




Langkah ke-3: Setiap kelompok dibagi lagi menjadi b = 3 petak dalam arah horisontal (jalur mendatar). Ikuti prosedur pengacakan untuk RAKL dengan perlakuan b = 3 dan r = 3 ulangan dan lakukan pengacakan ke-3 taraf Varietas pada jalur horisontal (mendatar) dalam setiap kelompok secara terpisah dan bebas. Misalkan hasil penataan akhirnya adalah sebagai berikut:

I II III
a4 a1 a3 a2 a2 a3 a1 a4 a2 a4 a1 a3
b2 a4b2 a1b2 a3b2 a2b2 b1 b3
b1 a4b1 a1b1 a3b1 a2b1 b3 b1
b3 a4b3 a1b3 a3b3 a2b3 b2 b2
Gambar 1. Contoh penataan Rancangan Split Blok
Model Linier Split-Blok
Model linier aditif untuk rancangan Split-blok dengan rancangan lingkungannya RAKL adalah sebagai berikut :
Yijk = μ + ρk + αi + βj + γik + θjk + (αβ)ij + εijk
dengan i =1,2…,a; j = 1,2,…,b; k = 1,2,…,r
Yijk = pengamatan pada satuan percobaan ke-k yang memperoleh kombinasi perlakuan taraf ke-i dari faktor A dan taraf ke-j dari faktor B
μ = nilai rata-rata yang sesungguhnya (rata-rata populasi)
ρk = pengaruh aditif dari kelompok ke-k
αi = pengaruh aditif taraf ke-i dari faktor A
βj = pengaruh aditif taraf ke-j dari faktor B
(αβ)ij = pengaruh aditif taraf ke-i dari faktor A dan taraf ke-j dari faktor B
γik = pengaruh acak yang muncul pada taraf ke-I dari faktor A dalam kelompok ke-k. Sering disebut galat (a). γik ~ N(0,σγ2).
θjk = pengaruh acak yang muncul pada taraf ke-j dari faktor B dalam kelompok ke-k. Sering disebut galat (b). θjk ~ N(0,σθ 2).
εijk = pengaruh acak dari satuan percobaan ke-k yang memperoleh kombinasi perlakuan ij. Sering disebut galat (c). εijk ~ N(0,σε2).
Asumsi:
Apabila semua faktor (faktor A dan B)
bersifat tetap Apabila semua faktor (faktor A dan B)
bersifat acak



Hipotesis:
Hipotesis yang diuji dalam rancangan Split-Blok adalah:

Hipotesis yang
Akan Diuji: Model Tetap (Model I) Model Acak (Model II)
Pengaruh Interaksi AxB
H0 (αβ)ij =0 (tidak ada pengaruh interaksi terhadap respon yang diamati) σ2αβ=0 (tidak ada keragaman dalam populasi kombinasi perlakuan)
H1 minimal ada sepasang (i,j) sehingga (αβ)ij ≠0 (ada pengaruh interaksi terhadap respon yang diamati) σ2αβ>0 (terdapat keragaman dalam populasi kombinasi perlakuan)
Pengaruh Utama Faktor A
H0 α1 =α2 =…=αa=0 (tidak ada perbedaan respon di antara taraf faktor A yang dicobakan) σ2α=0 (tidak ada keragaman dalam populasi taraf faktor A)
H1 minimal ada satu i sehingga αi ≠0 (ada perbedaan respon di antara taraf faktor A yang dicobakan) σ2α>0 (terdapat keragaman dalam populasi taraf faktor A)
Pengaruh Utama Faktor B
H0 β1 =β2 =…=βb=0 (tidak ada perbedaan respon di antara taraf faktor B yang dicobakan) σ2β=0 (tidak ada keragaman dalam populasi taraf faktor B)
H1 minimal ada satu j sehingga βj ≠0 (ada perbedaan respon diantara taraf faktor B yang dicobakan) σ2β>0 (terdapat keragaman dalam populasi taraf faktor B)



Analisis Ragam:
Analisis Ragam dalam Split-blok dibagi dalam tiga bagian, yaitu analisis faktor mendatar, analisis faktor tegak, dan analisis interaksi, sehingga dalam Split-Blok terdapat tiga jenis galat, berturut-turut galat (a), galat (b), dan galat (c). Galat Petak Utama sering disebut dengan Galat A, prosedur perhitungannya sama dengan Interaksi Petak Utama x Ulangan dan dalam model RAK sama dengan Interaksi Petak Utama x Kelompok. Galat Anak Petak, sering disebut dengan Galat B, diukur dari interaksi [Anak Petak x Ulangan + Petak Utama x Anak Petak x Ulangan]. Galat ke-2 ini digunakan untuk mengukur tingkat signifikansi pengaruh anak petak dan pengaruh Interkasi Anak Petak x Petak Utama.
Galat (a) yang tidak lain merupakan interaksi antara Petak Utama (Faktor A) x Ulangan. Galat (a) ini merupakan pembagi pada uji F untuk pengaruh mandiri Faktor A. Galat (b) merupakan interaksi antara Anak Petak (Faktor B) x Ulangan. Galat (b) ini merupakan pembagi pada uji F untuk pengaruh mandiri Faktor B. Galat a dan Galat b bersifat simetri. Hal ini mudah dipahami, mengingat pada rancangan split-blok kedua faktor tersebut mirip dalam pengacakannya dan bersifat simetri.
Galat (b) ini merupakan penguraian dari galat anak petak, galat (c). Dengan demikian, galat c nilainya akan lebih kecil dibandingkan dengan galat subplot pada rancangan Split-Plot. Galat (c) ini digunakan untuk menguji interaksi AxB. Dengan demikian, terlihat bahwa penguraian galat tersebut akan meningkatkan ketepatan pengaruh interaksi AxB.
Refresentasi data dari model linier Yijk = μ + ρk + αi + βj + γik + θjk + (αβ)ij + εijk adalah sebagai berikut:

Berdasarkan model linier tersebut, perhitungan Jumlah Kudaratnya adalah sebagai berikut:
Definisi Pengerjaan
FK

JKT


JK(R)


JK(A)


JK(Galat a)



JK(B)


JK(Galat b)




JK(AB)



JK(Galat c)
Selisihnya
= JKT – JK lainnya

Tabel analisis ragam Split-Blok dalam rancangan RAKL adalah sebagai berikut :
Tabel 1. Analisis Ragam Split-Blok
Sumber
keragaman Derajat
Bebas Jumlah
Kuadrat Kuadrat
Tengah F-hitung F-tabel

Kelompok r-1
Faktor A (Vertikal)
A a-1 JK(A) KT (A) KT(A)/KTGa F(α, db-A, db-Ga)
Galat a (a-1)(r-1) JK (Galat a) KT (Galat a)

Faktor B (Horisontal)
B b-1 JK(B) KT(B) KT(B)/KTGb F(α, db-B, db-Gb)
Galat b (b-1)(r-1) JK (Galat b) KT (Galat b)

Interkasi
AB (a-1) (b-1) JK(AB) KT(AB) KT(AB)/KTGc F(α, db-AB, db-Gc)
Galat c (a-1)(r-1)(b-1) JK (Galat c) KT (Galat c)
Total rab-1 JKT

Apabila terdapat pengaruh interaksi, maka pengujian hipotesis terhadap pengaruh utama tidak perlu dilakukan. Pengujian terhadap pengaruh utama akan bermanfaat apabila pengaruh interaksi tidak nyata. Kaidah keputusan tolak Ho apabila nilai F > Fα(db1, db2), dan sebaliknya terima Ho.
Galat Baku
Untuk membandingkan nilai tengah perlakuan, perlu ditentukan terlebih dahulu galat baku dari Split-blok. Dalam Split-blok terdapat 4 jenis pembandingan berpasangan yang berbeda sehingga terdapat 4 jenis galat baku. Tabel berikut merupakan formula untuk menghitung galat baku yang tepat untuk perbedaan rataan untuk setiap jenis pembandingan berpasangan.

Tabel 2. Galat baku Split-blok
Jenis Pembandingan berpasangan Contoh Galat Baku (SED)
Dua rataan vertikal (tegak) a1 – a2

Dua rataan horisontal (mendatar) b1 – b2

Dua rataan perlakuan vertikal (ai) pada taraf faktor horisontal (bi) yang sama a1b1 – a2b1


Dua rataan perlakuan horisontal (bi) pada taraf faktor vertikal (ai) yang sama a1b1 – a1b2


Dari tabel galat baku di atas, untuk membandingkan pengaruh sederhananya, digunakan dua jenis KT(Galat). Implikasinya, rasio selisih perlakuan terhadap galat baku tidak mengikuti sebaran t-student sehingga perlu dihitung t gabungan/terboboti. Jika ta, tb dan tc berturut-turut adalah nilai t yang diperoleh dari tabel student dengan taraf nyata tertentu pada derajat bebas galat a, b dan c, maka nilai t terboboti adalah:
Untuk dua rataan perlakuan vertikal (ai) pada taraf faktor horisontal (bi) yang sama

Untuk dua rataan perlakuan horisontal (bi) pada taraf faktor vertikal (ai) yang sama:







Please share...!



Komentar Anda?