Saturday, 15 Dec 2018

Contoh Rancangan Petak Terbagi (Split Plot)

Contoh Penerapan Percobaan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot):

Artikel Contoh Analisis Ragam Rancangan Split Plot ini merupakan kelanjutan dari artikel Rancangan Petak Terbagi (Split Plot)

Misalkan ada penelitian yang ingin meneliti pengaruh kombinasi pemupukan NPK dan genotipe padi terhadap hasil padi (kg/petak).  Pengaruh kombinasi pemupukan NPK (A) terdiri 6 taraf ditempatkan sebagai petak utama (main plot) dan genotipe padi (B) terdiri dari 2 taraf yang ditempatkan sebagai anak petak (subplot). Petak utama disusun dengan menggunakan rancangan dasar RAK dengan ulangan 3 kali. Data hasil percobaan serta langkah-langkah perhitungan analisis ragam yang dilanjutkan dengan Uji Lanjut Fisher's LSD/BNT dapat dipelajari pada dokumen di bawah ini.  Tutorial pengolahan datanya dengan menggunakan Software SPSS bisa Anda pelajari pada Tutorial SPSS: Rancangan Split Plot.

Info.
Apabila dokument dari server scribd tidak muncul, silahkan refresh (reload) kembali halaman ini.

Wait...
Tunggu Sampai dokumen selesai dimuat...!

 

Document Script:


Contoh Penerapan
Percobaan: Pengaruh kombinasi pemupukan NPK dan genotipe padi terhadap hasil padi (kg/petak). Pengaruh kombinasi pemupukan NPK (A) terdiri 6 taraf ditempatkan sebagai petak utama (main plot) dan genotipe padi (B) terdiri dari 2 taraf yang ditempatkan sebagai anak petak (subplot). Petak utama disusun dengan menggunakan rancangan dasar RAK. Percobaan di ulang 3 kali. Data hasil percobaan tersebut di berikan pada tabel berikut.
Tabel 4. Pengaruh kombinasi pemupukan NPK dan genotipe padi terhadap hasil padi (kg/petak)
Kelompok (K)
Pupuk (A) Genotipe (B) 1 2 3 4
Kontrol IR-64 20.7 32.1 29.5 37.7
S-969 27.7 33.0 26.3 37.7
PK IR-64 30.0 30.7 25.5 36.9
S-969 36.6 33.8 27.0 39.0
N IR-64 39.9 41.5 46.4 44.5
S-969 37.4 41.2 45.4 44.6
NP IR-64 40.8 43.5 43.3 43.4
S-969 42.2 46.0 45.9 46.2
NK IR-64 42.4 45.6 44.8 47.0
S-969 39.8 39.5 40.9 44.0
NPK IR-64 48.6 49.8 42.6 46.6
S-969 42.9 45.9 43.9 45.6



Perhitungan:
Langkah 1: Hitung Faktor Koreksi

Langkah 2: Hitung Jumlah Kuadrat Total


Buat Tabel Pupuk x Kelompok:
Pupuk (A) Kelompok (K) Total Pupuk
1 2 3 4 (Σai)
Kontrol 48.4 65.1 55.8 75.4 244.7
PK 66.6 64.5 52.5 75.9 259.5
N 77.3 82.7 91.8 89.1 340.9
NP 83.0 89.5 89.2 89.6 351.3
NK 82.2 85.1 85.7 91.0 344.0
NPK 91.5 95.7 86.5 92.2 365.9
Total Kelompok (Σrk) 449.0 482.6 461.5 513.2 1906.3
Langkah 3: Hitung Jumlah Kuadrat Kelompok

Langkah 4: Hitung Jumlah Kuadrat Faktor A

Langkah 5: Hitung Jumlah Kuadrat Galat Petak Utama (Galat a)


Buat Tabel Untuk Total Perlakuan:
Pupuk (A) Genotipe (B) Total A
IR-64 S-969 (Σai)
Kontrol 120.0 124.7 244.7
PK 123.1 136.4 259.5
N 172.3 168.6 340.9
NP 171.0 180.3 351.3
NK 179.8 164.2 344.0
NPK 187.6 178.3 365.9
Total B (Σbj) 953.8 952.5 1906.3
Langkah 6: Hitung Jumlah Kuadrat Faktor B

Langkah 7: Hitung Jumlah Kuadrat Interaksi AB


Langkah 8: Hitung Jumlah Kuadrat Galat Anak Petak (Galat b)


Langkah 9: Buat Tabel Analisis Ragam beserta Nilai F-tabelnya
Tabel 5. Analisis Ragam Split-plot
Sumber Ragam DB JK RJK F-hit F .05
Petak Utama
Kelompok (K) 3 197.110625 65.7035417 3.68 * 3.287
Pupuk (A) 5 1674.79604 334.959208 18.77 ** 2.901
Galat(a) 15 267.728125 17.8485417 -
Anak Petak
Genotipe (B) 1 0.03520833 0.03520833 0.01 tn 4.414
AxB 5 78.5910417 15.7182083 5.08 ** 2.773
Galat(b) 18 55.67875 3.09326389 -
Total 47 2273.93979
kk (a) = 10.64 %; kk (b) = 4.43 %;




Langkah 10: Buat Kesimpulan
Terlebih dahulu, kita periksa apakah Pengaruh Interaksi nyata atau tidak? Apabila nyata, selanjutnya periksalah pengaruh sederhana dari interaksi tersebut, dan abaikan pengaruh utamanya (mandirinya), meskipun pengaruh utama tersebut signifikan! Mengapa? Coba lihat kembali bahasan mengenai pengaruh interaksi dan pengaruh utama! Pengujian pengaruh utama (apabila signifikan) hanya dilakukan apabila pengaruh interaksi tidak nyata.

Pengaruh Interaksi AB
Karena Fhitung (5.08) > 2.773 maka kita tolak H0: μ1 = μ2 = … pada taraf kepercayaan 95% (biasanya diberi satu buah tanda asterisk (*), yang menunjukkan berbeda nyata)
Pengaruh Utama
Karena pengaruh interaksi signifikan, maka pengaruh utamanya tidak perlu dibahas lebih lanjut.
Post Hoc
Berdasarkan analisis ragam, pengaruh interaksi nyata sehingga pengujian pengaruh utama dari perlakuan kombinasi pupuk dan dua genotipe padi tidak perlu dilakukan. Langkah selanjutnya adalah memeriksa pengaruh sederhananya karena interaksi antara kedua faktor signifikan.
Berikut adalah langkah pengujian Uji Lanjut dengan menggunakan LSD:
Kriteria pengujian:
Bandingkan nilai mutlak selisih kedua rata-rata yang akan kita lihat perbedaannya dengan nilai LSD dengan kriteria pengujian sebagai berikut:


Perbandingan Rataan Anak Petak (antara dua genotipe padi pada kombinasi pemupukan tertentu):
Hitung Nilai Pembanding (LSD) yang sesuai
1. Untuk membandingkan dua rataan anak petak (antara genotipe padi) pada perlakuan petak utama yang sama (kombinasi pemupukan tertentu), perlu ditentukan terlebih dahulu galat baku (sy) dari RPT dengan menggunakan formula:

 Tentukan nilai t-student:



Bandingkan selisih rata-rata perlakuan dengan nilai LSD = 2.6129. Nyatakan berbeda apabila selisih rata-ratanya lebih besar dibandingkan dengan nilai LSD. Karena taraf genotipe padi hanya dua, pemeriksaan pengaruh sederhana pada perbandingan dua rataan anak petak bisa disederhanakan. Berikan huruf yang sama (a) pada dua genotipe apabila selisih rata-rata ≤ LSD dan huruf yang berbeda apabila selisih rata-rata > LSD. Hasilnya adalah sebagai berikut:
Pupuk
Kontrol PK N NP NK NPK
IR-64 30.00 a 30.78 a 43.08 a 42.75 a 44.95 b 46.90 a
S-969 31.18 a 34.10 b 42.15 a 45.08 a 41.05 a 44.58 a
Selisih 1.18 3.33 * 0.93 2.33 3.90 * 2.33
Perbandingan Rataan Petak Utama (antara dua kombinasi pemupukan pada genotip yang sama atau berbeda):
Hitung Nilai Pembanding (LSD) yang sesuai
Untuk membandingkan dua rataan petak (pasangan rata-rata kombinasi pemupukan) pada perlakuan petak utama yang sama atau berbeda, galat bakunya dihitung dengan menggunakan formula:
.
Dari formula tersebut, terlihat bahwa untuk membandingkan dua nilai rata-rata petak utama pada perlakuan anak petak yang sama atau berbeda digunakan dua jenis KT(Galat), yaitu KT(Galat a) dan KT(Galat b). Implikasinya, rasio selisih perlakuan terhadap galat baku tidak mengikuti sebaran t-student sehingga perlu dihitung t gabungan/terboboti. Jika ta dan tb berturut-turut adalah nilai t yang diperoleh dari tabel student dengan taraf nyata tertentu pada derajat bebas galat a dan derajat bebas galat b, maka nilai t terboboti adalah:

ta = t(0.05/2,15) = 2.131
tb = t(0.05/2,18) = 2.101
b = 2 (taraf anak petak/genotif)
KT(Galat a) = 17.8485
KT(Galat b) = 3.0933
sehingga:

dan

Maka:


Perbandingan antara petak utama pada anak petak Genotipe IR-64
No Urut Pupuk Kontrol PK NP N NK NPK
Rata-rata 30.00 30.78 42.75 43.08 44.95 46.90
1 Kontrol 30.00 0.00 a
2 PK 30.78 0.77 0.00 a
4 NP 42.75 12.75 11.98 0.00 b
3 N 43.08 13.08 12.30 0.33 0.00 b
5 NK 44.95 14.95 14.18 2.20 1.88 0.00 b
6 NPK 46.90 16.90 16.13 4.15 3.83 1.95 0.00 b

Perbandingan antara petak utama pada anak petak Genotipe S-969
No Urut Pupuk Kontrol PK NK N NPK NP
31.18 34.10 41.05 42.15 44.58 45.08
1 Kontrol 31.18 0.00 a
2 PK 34.10 2.93 0.00 a
5 NK 41.05 9.88 6.95 0.00 b
3 N 42.15 10.98 8.05 1.10 0.00 b
6 NPK 44.58 13.40 10.48 3.53 2.43 0.00 b
4 NP 45.08 13.90 10.98 4.03 2.93 0.50 0.00 b

Dari hasil uji lanjut pengaruh-pengaruh sederhana di atas, hasilnya dapat dirangkum dalam bentuk Tabel Interaksi Pupuk x Genotipe seperti di bawah ini.
Pupuk (P) Genotipe (G)
1 2
Kontrol 30.00 a
(a) 31.18 a
(a)
PK 30.78 a
(a) 34.10 a
(b)
N 43.08 b
(a) 42.15 b
(a)
NK 42.75 b
(a) 45.08 b
(a)
NP 44.95 b
(b) 41.05 b
(a)
NPK 46.90 b
(a) 44.58 b
(a)
Keterangan:
Huruf dalam kurung dibaca arah horizontal, membandingkan antara 2 G pada P yang sama
Huruf kecil tanpa kurung dibaca arah vertikal, membandingkan antara 2 P pada G yang sama





Please share...!



Komentar Anda?