Wednesday, 16 Oct 2019

Uji Lanjut


Metoda analisis ragam berguna dan merupakan alat yang handal untuk membandingkan beberapa rata-rata perlakuan.  Dalam membandingkan t perlakuan, hipotesis null menyatakan bahwa semua rata-rata perlakuan tidak berbeda (H0: µ1 = µ2 =... = µt).  Apabila uji F nyata, maka HA diterima, yang menyatakan bahwa tidak semua rata-rata perlakuan sama atau adalah salah satu rata-rata perlakuan yang berbeda dengan yang lainnya.  Selanjutnya dilakukan perbandingan untuk menentukan perlakuan mana yang berbeda dengan mengurai Jumlah Kuadrat Perlakuan untuk pengujian F tambahan untuk menjawab beberapa pertanyaan yang sudah direncanakan.  Metoda kontras atau orthogonal untuk memisahkan rata-rata memerlukan tingkat pengetahuan tertentu yang bersifat a priori, baik berdasarkan pertimbangan keilmuan tertentu atau berdasarkan hasil penelitian sebelumnya.  Hal inilah yang menyebabkan metode ini disebut juga dengan Uji F yang terencana.



Uraian pada sub topik perbandingan rata-rata:

  • Uji Hipotesa
  • Kesalahan
  • Derajat kepercayaan (level of significant)
  • Analisis varian (Anava)
  • Perbandingan rata-rata
  • Banyaknya kombinasi pasangan yang mungkin
  • Masalah dalam Perbandingan Berganda

 


Slide: Perbandingan Rata-rata

Slide: Perbandingan Rata-rata

Slide Prosedur beberapa Uji Lanjut (Post Hoc) yang sering digunakan:

  • Pendahuluan Fisher’s LSD =BNT (Beda Nyata Terkecil)
  • Uji Tukey HSD
  • Duncan’s Multiple Range Test (Uji wilayah berganda Duncan)
  • Uji Student-Newman-Keuls (SNK)
  • Uji Dunnett
  • Uji Scheffe
  • Kontras Ortogonal
  • Ringkasan Keseluruhan Uji lanjut
  • Tips dalam Pembandingan rata-rata

Slide:Uji Gugus Scott Knott

Slide:Uji Gugus Scott Knott

Slide Prosedur Uji Gugus Scott-Knott untuk membandingkan nilai rata-rata perlakuan.

  • Metoda Pengujian Scott-Knott;
  • Alur Pengerjaan Skott-Knott;
  • Contoh Analisis (Perhitungan Nilai B0);
  • Ringkasan Analisis dan Dendogram;
  • Scott-Knott vs Uji Lanjut Lainnya

Uji Duncan didasarkan pada sekumpulan nilai beda nyata yang ukurannya semakin besar, tergantung pada jarak di antara pangkat-pangkat dari dua nilai tengah yang dibandingkan. Dapat digunakan untuk menguji perbedaan diantara semua pasangan perlakuan yang mungkin tanpa memperhatikan jumlah perlakuan.


Pada beberapa kasus percobaan tertentu, mungkin kita hanya tertarik pada perbandingan antara kontrol dengan perlakuan lainnya.  Misalnya, membandingkan suatu varietas lokal atau bahan kimia standar dengan yang baru.  Untuk kasus tersebut, kita dapat menggunakan uji Dunnet.  Dunnet mengembangkan uji ini dan mempopulerkannya pada tahun 1955.  Uji Dunnet mempertahankan MEER pada level yang tidak lebih dari taraf nyata yang ditentukan, misal α= 0.05.  Pada metode ini, hanya membutuhkan satu nilai pembanding yang digunakan untuk membandingkan antara kontrol dengan perlakuan lainnya.  Formulanya mirip dengan LSD, namun pada uji ini, nilai t yang digunakan bukan t-student yang digunakan pada uji LSD.  Dunnet menggunakan tabel t tersendiri, yang biasanya terlampir pada buku-buku perancangan percobaan.


Uji BNT merupakan prosedur pengujian perbedaan diantara rata-rata perlakuan yang paling sederhana dan paling umum digunakan. Metode ini diperkenalkan oleh Fisher (1935), sehingga dikenal pula dengan Metoda Fisher’s LSD [Least Significant Difference]. Untuk menggunakan uji BNT, atribut yang kita perlukan adalah nilai kuadrat tengah galat (KTG), taraf nyata, derajat bebas (db) galat, dan tabel t-student untuk menentukan nilai kritis uji perbandingan.


Uji Scheffe's kompatibel dengan uji analisis ragam, dimana uji ini tidak pernah menyatakan kontras signifikan jika Uji F tidak nyata. Uji Scheffe's dikembangkan oleh Henry Scheffe (1959) yang digunakan untuk pembanding yang tidak perlu orthogonal. Uji ini mengontrol MEER untuk setiap kontras termasuk pada perbandingan berpasangan. Prosedur pengujiaannya memperbolehkan berbagai macam tipe pembandingan sehingga kurang sensitif dalam menemukan perbedaan nyata dibanding dengan prosedur pembandingan lainnya.


Langkah pengerjaan perbandingan diantara rata-rata perlakuan mirip dengan penggunaan Uji Duncan.  Perbedaannya hanya terletak pada nilai pembanding yang digunakan.


Uji Tukeysering juga disebut dengan uji beda nyata jujur (BNJ), diperkenalkan oleh Tukey (1953). Prosedur pengujiannya mirip dengan LSD, yaitu mempunyai satu pembanding dan digunakan sebagai alternatif pengganti LSD apabila kita ingin menguji seluruh pasangan rata-rata perlakuan tanpa rencana. Uji Tukey digunakan untuk membandingkan seluruh pasangan rata-rata perlakuan setelah uji Analisis Ragam di lakukan.